Selamat Datang di Situs Kami
Rekadesa adalah lembaga komunitas profesional sosial yang dibangun pada Oktober 2001 oleh Alm. Bapak Hadipurnama Chandra. Beliau merupakan seorang pemerhati keuangan mikro, yang peduli untuk melakukan upaya pemberdayaan kelompok masyarakat marjinal di pedesaan dan perkotaan.
Rekadesa percaya kelompok marjinal juga merupakan bagian penting masyarakat Indonesia yang luas. Mereka turut menentukan nasib bangsa. Karenanya Rekadesa hadir di tengah masyarakat untuk membuka akses mereka terhadap sumber daya yang ada.
Rekadesa mengambil peranan tersebut melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, pendampingan, konsultasi, serta membangun sarana teknologi di bidang keuangan mikro dan perkoperasian, yang kompeten dan mudah diakses oleh kelompok masyarakat marjinal.
Sudah lebih dari sepuluh tahun Rekadesa berkarya dan menghadirkan layanan yang profesional, kompeten, dan bertanggungjawab di seluruh Indonesia. Jasa layanan Rekadesa dirancang untuk mendukung LKM (Koperasi, BPR, dan KSM) yang ingin meningkatkan kapasitasnya, serta menjadi mitra masyarakat pedesaan dan UMKM melalui pendekatan yang lebih partisipatif. Dalam banyak kesempatan Rekadesa juga membangun kerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama seperti Organisasi Internasional, LSM, Lembaga Pemerintah, Perusahaan, Kelompok Usaha Masyarakat, Perbankan, Organisasi Keagamaan, Lembaga donor dan Investor, serta para penerima manfaat/layanan lain, yang memiliki program pembangunan masyarakat. Untuk mewujudkan kepedulian sosial inilah, Rekadesa hadir dan senantiasa membuka peluang kerjasama serta jejaring dengan seluruh pihak yang ingin berkontribusi mewujudkan masyarakat mandiri dan bermartabat.
Berita
Mar
26
2013
Kementan Klaim Ingin Lindungi Petani Bawang
JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan pembatasan impor bawang putih oleh Kementerian Pertanian disebut untuk melindungi petani bawang dalam negeri. Pasalnya, jumlah lahan untuk produksi bawang putih dianggap sudah mengkhawatirkan. Sekretaris ...
Mar
26
2013
KPPU : Kartel Bawang Tak Hanya di Tingkat Importir
TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) KPPU Munrokhim Misanam menyatakan indikasi kartel bawang putih tak hanya terjadi di level importir. »Kartel juga ada di level pasar induk,” ...
Oct
25
2012
Produksi Susu Garut Turun
GARUT, Induk KUD – Pada kemarau 2012 ini, produksi susu sapi segar di Kabupaten Garut mengalami penurunan cukup besar mencapai sekitar 14.000 liter per hari. Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) ...
Sep
11
2012
Tak Mampu Lindungi Petani, SPI Tawarkan Tiga Kunci Ketahanan Pangan
Komoditas Indonesia. Melalui Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI), Ahmad Yakub, SPI mengajukan tiga cara taktis untuk mecapai ketahanan pangan nasional. Tiga langkah tersebut adalah pemberian tanah kepada para petani, pemberian bibit ...


