This is default featured slide 1 title
This is default featured slide 2 title
This is default featured slide 3 title
This is default featured slide 4 title
This is default featured slide 5 title

“Siklus 10” Andalan Praktis Manajemen Kredit Untuk KSP atau CU”

Power of 10 Options 2

Tadi pagi ketika berangkat ke kantor, saya tertegun membaca tagline dalam dua kalimat. Yang satu pertanyaan dan yang lain adalah jawabannya. “what should  I do while you are giving service? Just simply lean your back and be calm to watch..” Tagline ini kira-kira ingin mengungkapkan bahwa tidak ada lagi yang harus si konsumen lakukan. Semuanya sudah dilakukan oleh penyedia layanan itu. Bahkan dengan percaya diri dan mungkin keliatan agak sombong menurut saya penyedia layanan meminta konsumen untuk duduk dengan santai, bersandar pada bangkunya dan dengan tenang nikmati apa yang mereka lakukan bagi si konsumen.

Betapa nikmatnya!

3 Rahasia Dibalik Manajemen Perkreditan KSP/CU Yang Sukses

TopSecretLogo-jpg.Beberapa kali saya mendengar, staf di kantor berdiskusi  dan bertukar pikiran dengan begitu semangat. Mereka menyatakan keheranannya ketika menjadi fasilitator dan trainer  lembaga keuangan mikro, bahwa masih banyak dijumpai koperasi simpan pinjam yang justru bermasalah dengan pengelolaan pinjaman atau kreditnya. Setelah Reka Desa berkiprah 14 tahun lamanya, keluhan tentang masih  adanya masalah pengelolaan pinjaman di KSP atau di CU ternyata cukup banyak.  Hal ini hendak menekankan justru inti layanan kredit sebagai salah satu produk kunci KSP atau CU masih lemah. Berikut ini beberapa pernyataan yang muncul saat trainer kami sedang memberikan pelatihan manajemen kredit :

 

Menkop UMKM: Koperasi di RI Lesu Darah

Koperasi Indonesia

Jakarta -Para pendiri bangsa menyebut koperasi adalah soko guru perekonomian nasional. Namun nyatanya, koperasi di Indonesia saat ini seolah terabaikan. Banyak koperasi yang mati dan tidak aktif.
Menteri Koperasi dan UMKM AAGN Puspayoga mengatakan, kondisi koperasi di Indonesia mengkhawatirkan. Dari catatannya, ada 206.000 koperasi di Indonesia tetapi hanya 70% yang aktif.

“Koperasi kita ini lesu darah, yang aktif hanya 70%. Tapi 70% yang aktif itu kita juga harus diklasifikasikan lagi,” tutur Puspayoga saat berbincang dengan pengusaha di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Puspayoga mengatakan, pemerintah belum memiliki data pasti bagaimana kondisi 70% koperasi yang dinilai aktif tersebut. Dia juga berharap agar kalangan dunia usaha berkontribusi memajukan koperasi di Indonesia lebih maju lagi.

“Tugas kami adalah lakukan pendataan. Koperasinya bagaimana, anggotanya bagaimana. Mudah-mudahan dengan pendataan‎ itu kita bisa melangkah ke depan. Tanpa database yang jelas, kita tak bisa apa-apa,” jelasnya.

Untuk melakukan upaya tersebut. Puspayoga berjanji akan bergerak cepat. “Kita harus tancap gas, tak boleh berleha-leha. Tapi tetap melihat rambu-rambu yang ada,” tutupnya.

Sumber : detik.com (http://finance.detik.com/read/2014/10/31/132318/2735452/4/menkop-umkm-koperasi-di-ri-lesu-darah?f9911023)

Menabung Itu Mudah

Keluarga sehat masyarakat kuat, keluarga retak masyarakat rusak. Salah satu pemicu keretakan rumah tangga seringkali berawal dari masalah ekonomi. Bukan semata-mata karena secara ekonomi kekurangan, tetapi lebih pada ketidakmampuan mengelola ekonomi secara baik dan bijaksana.

Pengelolaan ekonomi rumah-tangga adalah tindakan sadar yang dilakukan untuk menganalisa, merencanakan, melaksanakan, mencatat dan mengevaluasi sumber dan penggunaan pendapatan guna meningkatkan kwalitas kehidupan ekonomi keluarga, membangun perilaku budaya surplus dan memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi keluarga secara bertahap dan terus menerus.

Ilustrasi beberapa model pengelolaan ekonomi rumah tangga

art1